Bisnis

Menjamurnya Kios Bensin Eceran Pertamini Ketimpangan Mulai Dilirik Pertamina

Pertumbuhan populasi sepeda motor yang semakin tak terbendung dewasa ini tak cuma terkonsentrasi di kota besar yang padat penduduknya melainkan juga sudah merambah sampai ke pelosok desa. Eksistensi sepeda motor bukan lagi sekadar alat transportasi jarak dekat melainkan sudah menjelma menjadi sarana & prasarana penyambung hidup dalam sebuah rumah tangga. Operasional sepeda motor didalam kesehariannya juga tak lepas dari Bensin yang seharusnya dikonsumsi setiap hari sebagai bahan bakar sepeda motor itu sendiri. Tatkala stasiun pengisian BBM yang dimiliki & dikelola oleh Pertamina belum kapabel menjangkau zona pelosok yang memiliki akses cukup jauh dijangkau dari pusat kota karenanya memaksa masyarakat pelosok desa seharusnya berkendara cukup jauh menuju kota terdekat cuma demi menerima sejumlah liter bensin yang dirasa sangat melelahkan & tak efisien (kurang praktis).

erangkat dari keadaan sulit inilah terdapat kekosongan celah yang berusaha diisi oleh kalangan perorangan masyararakat lazim dengan mendirikan toko mandiri Pertamini sebagai penyalur BBM Non-Subsidi ke penggunanya yang berada di daerah pelosok penjuru negeri ini. Sebenarnya toko Pertamini yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat lazim bukanlah komponen dari SBU (Strategic Business Unit) yang dikelola dibawah naungan Pertamina. Nama dan warna logo Pertamini hanyalah plesetan Pertamina Mini untuk meyakinkan masyarakat lazim bahwa bensin non-subsidi yang dijual benar adanya bensin murni yang diproduksi & disalurkan keseluruh SPBU Pertamina. Seperti yang kita kenal cikal bakal toko Pertamini yakni pedagang bensin eceran di dalam botol yang awalnya membuka lapak di pinggir jalan kemudian menjelma layaknya SPBU Mini yang mengoperasikan mesin pengisian manual dengan gelas ukur ataupun mesin pengisian bensin berpompa elektronis (dispenser) dengan tampilan layar digital.

Yang menarik perhatian Kami atas fenomena ini yakni kenapa masyarakat lazim belakangan ini sangat berminat berbondong-bondong membuka toko Pertamini di Jakarta? Bermacam penelusuran yang dilakukan oleh Kami sudah membuahkan hasil menjawab rasa penasaran yang menghampiri, sbb:

Harga minyak dunia yang terus merosot ke spot terendah mengakibatkan selisih harga bensin Subsidi (Premium) dan bensin Non-Subsidi (Pertalite & Pertamax) tak terpaut jauh sehingga masyarakat lazim lebih memilih bensin non-subsidi yang diyakini berkwalitas lebih baik untuk pembakaran kendaraan bermotor mereka.
Apabila dulu kala masyarakat lazim dilarang membeli seluruh jenis bensin subsidi & non-subsidi di SPBU menerapkan kemasan jeriken atau drum karenanya peraturan hal yang demikian sekarang tak berlaku lagi yang mana masyarakat luas diizinkan membeli bensin apa saja khusus yang berkategori non-subsidi di seluruh SPBU Pertamina. Oleh karena itu pembelian bensin dalam kemasan drum 200 liter oleh toko Pertamini digital SPBU Pertamina bukan perbuatan yang dianggap illegal lagi.
Munculnya home industry atau perajin yang menghasilkan pompa manual pengisian bensin dari dalam drum menerapkan gelas ukur sampai dispenser elektronik yang mengandalkan display digital sehingga harga satu set peralatan seharusnya untuk memulai usaha Pertamini lebih terjangkau di kalangan perorangan yang ingin mencoba peruntungan mengais rezeki di usaha minim modal ini.
Mengakomodir tingginya permintaan akan kebutuhan bensin non-subsidi eceran sampai banderol harga satu set peralatan yang cukup terjangkau di kantong mulai dari Rp 6jt untuk pompa manual gelas ukur sampai dispenser digital seharga Rp 20jt dapat balik modal paling cepat cuma dalam kurun waktu 3 sampai 6 bulan beroperasi.
Tak ada ketentuan khusus atau peraturan tertulis yang membatasi izin usaha atau izin operasi pembukaan toko bensin eceran Pertamini di pinggir jalan besar ataupun di rumit perumahan daerah kita tinggal.
Mulanya usaha minim modal berwujud toko Pertamini lazim ditemui di daerah pelosok melainkan sekarang keberadaannya sudah bergeser menjamur sampai di keramaian pusat kota pun nyaris berdampingan dengan SPBU Besar Pertamina. Ketimpangan lebih mencengangkan lagi, toko Pertamini yang pada awalnya cuma berorientasi pada penjualan bensin non-subsidi sekarang pun ada yang terang-terangan memasarkan bensin subsidi.

Seperti yang kita kenal SPBU besar mitra Pertamina yang memasarkan BBM bersubsidi pun dapat terkena hukuman kalau memasarkannya secara eceran dalam kemasan jeriken. Akibat inilah mungkin yang dirasakan tak adil oleh mayoritas pengusaha SPBU mitra Pertamina atas kelonggaran yang dikasih terhadap masyarakat lazim yang bertindak sebagai pengecer bensin berwujud toko Pertamini. Selain menjamurnya toko Pertamini yang tak terkendali ini tentu berakibat pada salah satu stakeholder Pertamina itu sendiri yakni pengusaha SPBU besar yang berpartneran dengan Pertamina. Keautentikan itu peran Pertamina sebagai perusahaan pelat merah yang membatasi mekanisme pasar & distribusi BBM keseluruh pelosok negeri tentu juga memiliki kepentingan dalam menjaga iklim persaingan bisnis minyak & gas di negeri ini, yang meliputi:

Kios sah badan usaha berbadan peraturan
Jaminan kwalitas produksi bahan bakar yang didistribusikan
Keakuratan takaran bahan bakar
Standar keselamatan & keamanan zona SPBU
Standar pelayanan minimum terhadap pengguna kendaraan bermotor.
Masa Depan Ekonomi Kerakyatan Usaha Bensin Eceran Kios Pertamini

Tidaklah mengherankan perlahan melainkan pasti Pertamina akan mengambil langkah penataan pemilik usaha toko Pertamini yang berasal dari kalangan masyarakat lazim demi keberlangsungan usaha mereka dapat dilakukan dengan beraneka jenis metode:

Izin usaha sah yang dikeluarkan oleh kementrian ESDM.
Produk kemitraan terbaru berupa SPBU Mini Pertamina yang seharusnya dibangun dengan luas lahan minimal yang dipersyaratkan oleh pihak Pertamina.
Dukungan permodalan bagi para mitra kerja berupa kredit lunak bekerjasama dengan Bank Pembangunan .
Standar keamanan penyimpanan BBM & peralatan pendorong kelesamatan dalam situasi darurat.
Sertifikasi khusus bagi para mitra SPBU Mini Pertamina yang sukses menjaga standar kwalitas pelayanan dalam kurun waktu tertentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *